
Belasan mahasiswa Jepang yang tergabung dalam project officer AMSEP Indonesia for Japan 2025 antusias mempelajari warisan sejarah dan kebudayaan lokal yang terpajang di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mahasiswa fakultas kedokteran asal Jepang bernama Yuri Yoshida mengaku kunjungan ke Museum NTB memberikan pengalaman yang berharga.
“Yang awalnya saya tidak tau bahwa di Indonesia, di pulau yang berbeda, bisa beda suku juga beda budayanya. Jadi, setelah kunjungan ke museum NTB saya menjadi tahu,” ucapnya dalam keterangan yang diterima di Mataram, Jumat.
Yuri menuturkan pihaknya tidak hanya mengetahui pelajaran sejarah-budaya, namun juga memahami tentang kondisi geologi gunung berapi paling fenomenal di dunia berupa Gunung Salamas dan Gunung Tambora serta rumah adat di Nusa Tenggara Barat.
AMSEP adalah program pertukaran mahasiswa kedokteran Asia yang merupakan program integral yang unik bagi AMSA. Program itu memungkinkan anggota AMSA untuk berpartisipasi dalam pertukaran pra-klinis atau klinis selama 5 hingga 10 hari di cabang yang mereka sukai.
Pada program itu, mahasiswa yang berpartisipasi tidak hanya melakukan pendidikan kedokteran dan praktik klinis. Para mahasiswa juga dapat merasakan aspek budaya yang menakjubkan dari negara tujuan, termasuk mengunjungi landmark ikonis, menikmati kuliner lokal, hingga museum.
Kepala Museum Negeri NTB.Ahmad Nuralam mengatakan kedatangan 16 mahasiswa Jepang tersebut menjadi momentum penting bagi Museum NTB, karena bisa mengenalkan Nusa Tenggara Barat ke kancah global.
“Kunjungan mahasiswa Jepang membuktikan bahwa prospek budaya ke depan sangat penting tidak hanya sebagai identitas saja, tapi juga menjadi pusat riset dan eduwisata baik secara nasional maupun internasional,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa asing ke Museum NTB merupakan kesempatan penting untuk memperluas jangkauan diplomasi budaya, karena melalui interaksi langsung para mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kearifan lokal, tradisi, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.