Viral Flyer PSI Gelar Fun Walk saat Bencana di Sumatera, Begini Faktanya!

Viral Flyer PSI Gelar Fun Walk saat Bencana di Sumatera, Begini Faktanya!

Bencana di Agam, Sumbar (Foto: Dok BNPB)

Viral di media sosial flyer PSI Riau menggelar Fun Walk di Pekanbaru, saat bencana alam melanda sejumlah daerah di Sumatera. Namun faktanya, flyer tersebut adalah flyer lama yang dibuat sebelum adanya bencana Sumatera.

“Itu materi publikasi yang kami buat sebelum bencana terjadi, kami publikasikan di medsos DPW Riau pada tanggal 25 November 2025,’’ ujar Ketua DPW PSI Provinsi Riau, Kelmi Amri, Sabtu (29/11/2025).

Kelmi menegaskan, acara tersebut telah disiapkan lama sebelum bencana alam melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dia menambahkan, bahwa sudah ada perintah Ketua Umum PSI, Kaesang Pangareng pada tanggal 27 November untuk membatalkan acara tersebut.

“Sejak dua hari lalu Ketum PSI sudah membatalkan untuk hadir dalam acara tersebut karena “timing” acara yang tidak tepat dengan bencana Sumatera,”ujarnya.

“Sesuai arahan Ketua Umum, kami DPW PSI Riau sudah mengganti acara tersebut menjadi penggalangan dana,  penyerahan bantuan untuk korban bencana Sumatera serta jalan sehat,” tambah Kelmi.

Namun tidak hanya itu, Kaesang juga sudah memberikan arahan kepada beberapa Ketua DPW di Sumatera untuk mendirikan Posko Tanggap Bencana.

Prabowo Kerahkan 4 Pesawat Logistik ke Lokasi Bencana di Aceh hingga Sumut

Prabowo Kerahkan 4 Pesawat Logistik ke Lokasi Bencana di Aceh hingga Sumut

Presiden Prabowo Subianto kerahkan 4 pesawat ke lokasi bencana Sumatera

 Pemerintah Indonesia memberangkatkan beberapa pesawat yang membawa bantuan logistik dan perlengkapan ke lokasi bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pengiriman ini dilepas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (28/11/2025) pagi, sesuai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Sekitar pukul 07.30 WIB pagi, telah diberangkatkan atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan pagi ini 4 pesawat, 3 pesawat Hercules, kemudian 1 pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air, untuk terbang ke tiga provinsi terdampak bencana,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Teddy menjelaskan, bantuan ini akan dikirimkan ke beberapa bandara terdekat lokasi terdampak, yakni Padang di Sumatera Barat, Silangit di Sumatera Utara, serta Banda Aceh dan Lhokseumawe di Aceh Utara, agar distribusi ke wilayah bencana lebih cepat dan efektif.

“Atas izin Bapak Presiden dan instruksi langsung beliau, seluruh tim pagi ini kembali sudah ke sana. Jadi, ini bukan yang pertama. Sejak hari pertama, tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengkoordinir secara langsung terkait penanganan bencana,” katanya.

Pengiriman bantuan ke lokasi terdampak bencana sudah dilakukan sejak 25 November 2025. Operasi ini memanfaatkan pesawat TNI maupun maskapai sipil untuk mengangkut semua kebutuhan.

“Jadi, kemarin sudah menghubungi langsung, menelpon para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton (Bupati Tapanuli Tengah), Gus Irawan (Bupati Tapanuli Selatan), Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh,” ujar Teddy.

Bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak, antara lain 150 tenda pengungsian, 64 perahu karet untuk evakuasi, genset, alat bantu listrik, 100 unit alat komunikasi agar sinyal kembali berfungsi, bahan makanan siap saji, tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan, serta bantuan obat-obatan.

Lencana Polisi di Mobil Kurir Ekstasi Terungkap Palsu, Ini Kata Bareskrim

Lencana Polisi di Mobil Kurir Ekstasi Terungkap Palsu, Ini Kata Bareskrim

Bareskrim Polri

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan, lencana polisi yang ditemukan di dalam mobil pengangkut ratusan ribu butir ekstasi yang mengalami kecelakaan di Tol Lampung merupakan lencana palsu.

Wadir Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Sunario, mengatakan mobil tersebut dibeli oleh tersangka kurir ekstasi, Muhamad Rafi, sekitar enam bulan lalu. Menurutnya, lencana itu sudah ada di mobil sejak dibeli.

“Untuk lencana, ada di dalam mobil yang mana mobil ini dibeli enam bulan lalu oleh MR,” kata Sunario dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Sunario menjelaskan pihaknya telah meneliti lencana tersebut secara detail. Hasil pemeriksaan menunjukkan perbedaan mencolok dibanding lencana resmi Polri.

“Lencana polisi punya ciri-ciri khusus, ada nomor seri yang teregister dan jelas siapa pemiliknya. Yang ditemukan tidak ada. Bentuk dan ukurannya juga berbeda. Dia (tersangka) juga tidak tahu soal lencana yang ada di dalam mobil,” ujar Sunario.

Ayah Tiri Ditahan Terkait Kematian Alvaro, Polisi Tunggu Hasil DNA

Ayah Tiri Ditahan Terkait Kematian Alvaro, Polisi Tunggu Hasil DNA

Kasus pembunuhan (foto: Freepik)

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menahan satu tersangka terkait kematian Alvaro Kiano Nugroho (6). 

Setelah sempat hilang selama delapan bulan, Alvaro ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tersangka yang ditahan tak lain adalah ayah tirinya sendiri.

“Iya (ayah tiri korban),” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Senin (24/11/2025).

Kejagung Tepis Kabar Tukar Guling Perkara dengan KPK

Kejagung Tepis Kabar Tukar Guling Perkara dengan KPK

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna

Kejaksaan Agung (Kejagung) menepis kabar adanya “tukar guling” perkara, dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isu tersebut dikaitkan dengan kasus korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek serta kasus korupsi pengadaan minyak mentah di Petral.

Diketahui, kasus Google Cloud saat ini ditangani oleh KPK, sedangkan kasus pengadaan minyak mentah di Petral berada di bawah penanganan Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa tim penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) masih terus melakukan penyidikan kasus pengadaan minyak mentah di Petral.

“Terkait penyidikan perkara Petral, tim Kejagung sudah melakukan penyidikan setelah melalui proses penyelidikan. Kebetulan KPK juga menangani perkara yang sama,” kata Anang kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa Kejagung melakukan penyidikan atas dugaan korupsi pengadaan minyak mentah di Petral periode 2008–2015. Meski begitu, pihaknya menyatakan siap melimpahkan perkara tersebut ke KPK apabila diperlukan.

“Secara resmi belum ada ya. Tapi kita sudah berkoordinasi, secara informal, antara Gedung Bundar dengan teman-teman KPK. Mekanismenya seperti apa nanti kita tunggu secara resmi,” ujarnya.

Menbud Umumkan Juara Lomba Menulis Surat Nasional 2025, Ini Pemenangnya!

Menbud Umumkan Juara Lomba Menulis Surat Nasional 2025, Ini Pemenangnya!

Menbud Fadli Zon Umumkan Pemenang Lomba Menulis Surat Nasional 2025. (Foto: dok Kemenbud)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mengumumkan pemenang Lomba Menulis Surat Nasional 2025 bertema Surat untuk Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) dan PT POS Indonesia.

Disampaikan melalui rekaman tayangan video, kompetisi yang telah berlangsung sejak 3 Oktober 2025 ini selaras dengan dua momentum penting bernilai sejarah, yakni Bulan Literasi dan Hari Pahlawan, serta diikuti oleh pelajar tingkat SLTP/sederajat, SLTA/sederajat, dan mahasiswa Strata 1 (S1) dari seluruh Indonesia.

Menbud Fadli Zon menyebutkan bahwa kompetisi menulis surat ini merupakan sebuah pertanda baik, di tengah gelombang penggunaan teknologi telematika yang membuat komunikasi antar-manusia sangat bergantung pada mesin, masih ada semangat dari kalangan generasi muda, Gen Z, untuk tetap menulis dengan tangan dan memanfaatkan surat sebagai media komunikasi.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia Lomba Menulis Surat untuk Pahlawanku, berhasil menggerakkan 34.081 siswa SMP, SMA, dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk mengikuti lomba,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa melalui kompetisi ini, membuktikan bahwa generasi muda memiliki perhatian, pengetahuan, dan pemahaman tentang tokoh pahlawan bangsanya. “Lomba ini adalah cara menyambungkan anak-anak bangsa dengan para pahlawan. Banyak hal yang bisa diraih dari ketersambungan ini,” tuturnya.

11 Raperda Mangkrak! Pramono Optimis Akan Disahkan hingga Akhir 2025

 11 Raperda Mangkrak! Pramono Optimis Akan Disahkan hingga Akhir 2025

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Okezone)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku optimistis belasan rancangan peraturan daerah (raperda) yang belum disahkan akan disahkan hingga akhir 2025.

Hal ini ia sampaikan usai menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/11/2025).

Meski optimis bakal mengesahkan menjadi Perda, Pramono menyampaikan bila segala sesuatu yang ditargetkan bisa saja tidak terpenuhi. 

“Pasti enggak semua target itu kan bisa terpenuhi, tetapi kami sedang mengupayakan, mudah-mudahan 10 sampai 12 Perda bisa terpenuhi,” ujar Pramono kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa belasan Raperda yang tak kunjung disahkan lantaran tak adanya penjadwalan khusus untuk membahas hal tersebut. Kini setelah adanya rapat koordinasi, Pemprov DKI Jakarta dan DPRD sepakat akan membahas soal Perda setiap hari Selasa.

“Di antaranya kan gini, dulu enggak terschedule, sekarang kita atur terschedule dengan baik dan setiap hari Selasa kita gunakan sebagai hari untuk pembahasan Perda,” ucap dia.

hipmibelu.org

Deretan Peristiwa 16 November: Dari Hari Toleransi hingga Penemuan SARS

Deretan Peristiwa 16 November: Dari Hari Toleransi hingga Penemuan SARS

Penyakit SARS Pertama Kali Ditemukan (foto: freepik)

Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi pada 16 November dari tahun ke tahun. Berbagai kejadian tersebut tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia maupun dunia.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang terjadi pada 16 November, mulai dari tercetusnya Hari Toleransi Internasional hingga ditemukannya penyakit SARS untuk pertama kalinya di Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok.

Berikut ulasan singkat sejumlah peristiwa yang terjadi pada 16 November:

1. Lahirnya Gubernur-Jenderal Hindia Belanda Johan van Hoorn

Johan van Hoorn merupakan Gubernur-Jenderal Hindia Belanda ke-17 yang memerintah pada 1704–1709. Ia lahir di Amsterdam, Republik Belanda, pada 16 November 1653 dan meninggal pada 21 Februari 1711.

2. Asteroid 301 Bavaria Ditemukan di Vienna

Pada 16 November 1890, Johann Palisa menemukan Asteroid 301 Bavaria di Vienna. Asteroid ini termasuk dalam kategori asteroid sabuk utama.

Roy Suryo Tidak Ditahan, Refly Harun: Akan Lebih Produktif

Roy Suryo Tidak Ditahan, Refly Harun: Akan Lebih Produktif

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun/Foto: iNews

 Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, menyatakan, tidak ditahannya Roy Suryo akan membuat yang bersangkutan lebih produktif. Diketahui, Roy Suryo bersama ahli digital forensik, Rismon Sianipar, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, selesai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (13/11/2025) malam.

Seusai pemeriksaan dalam kapasitas mereka sebagai tersangka, Polisi tidak menahan ketiganya.

Refly Harun yang juga juru bicara Roy Suryo Cs menyatakan, ia bersyukur dengan belum ditahannya mereka.

“Alhamdulillah, penyidik bersikap baik dan kemudian juga Mas Roy, Rismon, dan Dokter Tifa juga kooperatif, alhamdulillah,” kata Refly kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Ia mengatakan, akan membahas hal-hal teknis dengan Roy Suryo cs setelah ketiganya tidak ditahan. Namun, ia tidak menjelaskan apa hal teknis tersebut.

“Alhamdulillah saya mengatakan, dengan tidak ditahan, Mas Roy akan lebih produktif, akan bisa berpikir, menulis, dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Jadi biarkanlah mereka cooling down dulu. Tidak mengeluarkan press statement apa-apa, menggunakan hak tenangnya untuk bertafakur kembali dalam perjuangan demokrasi dan konstitusi yang sah dan sudah diakui di RI,” sambungnya.

Menbud Fadli Zon dan Gubernur NTT Sambut Delegasi IPACS 2025

Menbud Fadli Zon dan Gubernur NTT Sambut Delegasi IPACS 2025

Menbud Fadli Zon dan Gubernur NTT sambut delegasi IPACS 2025. (Foto: dok Kemenbud)

Dalam rangkaian kegiatan Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar penyambutan resmi bagi para delegasi negara Pasifik yang hadir.

Bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kota Kupang, momen ini merupakan upaya memperkuat semangat persahabatan dan kerja sama kebudayaan di kawasan Indo-Pasifik.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena selaku tuan rumah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai lokasi penyelenggaraan IPACS 2025.

Dalam sambutannya, Emanuel menekankan posisi strategis NTT sebagai simpul penting dalam kerja sama Indo-Pasifik, baik secara geografis maupun kultural.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat datang di Kupang, kota kapital provinsi yang berada di atas archipelago Indonesia. Kami juga berterima kasih kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memutuskan penyelenggaraan acara ini dilakukan di Kota Kupang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti relevansi penyelenggaraan IPACS di tengah tantangan global dan perubahan iklim, serta menegaskan bahwa hubungan antara NTT dan Pasifik tidak hanya dilandasi oleh kedekatan geografis, tetapi juga oleh akar budaya dan sejarah yang sama.