Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/blob3678/public_html/wickedultimate.com/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/blob3678/public_html/wickedultimate.com/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/blob3678/public_html/wickedultimate.com/wp-includes/functions.php on line 6131
Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/blob3678/public_html/wickedultimate.com/wp-includes/functions.php on line 6131 BLOG-TERUPDATE - Page 26 of 65 - MY BLOG
Kebijakan ini pun mendapat sorotan media asing, Channel News Asia (CNA).
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi volume limbah plastik yang kini mencapai sekitar 17% dari total sampah harian sebanyak 3.500 ton. Ia menekankan pendekatan refill sebagai solusi utama agar masyarakat beralih dari kemasan sekali pakai.
“Seluruh proses, baik itu produksi, distributor, termasuk menjualbelikan produk air minum kemasan di bawah 1 liter karena konsep kita adalah refill,” kata Koster dikutip dari CNA, Sabtu (12/4/2025).
Kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Bali kini nyaris penuh, sehingga langkah pengurangan sampah plastik dinilai bisa mendorong pelaku usaha agar lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan. Ia berharap seluruh pihak bisa berperan aktif dalam menjaga Bali tetap bersih dari sampah plastik.
Gubernur Koster juga meminta para produsen air minum untuk mulai berinovasi dalam hal pengemasan. Ia mencontohkan penggunaan botol kaca seperti yang telah diterapkan sejumlah produsen lokal di Karangasem dan Balian.
“Silakan terus berproduksi, tetapi jangan sampai merusak lingkungan. Gantilah plastik dengan kemasan seperti botol kaca. Itu jauh lebih baik,” ujar Koster.
Untuk menyukseskan kebijakan ini, Koster akan mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk PDAM, perusahaan swasta, dan perusahaan besar seperti Danone. Sosialisasi menyeluruh akan dilakukan agar seluruh produsen memahami aturan yang berlaku.
Ia juga menekankan bahwa air minum dalam kemasan kecil, seperti botol dan gelas plastik, tidak lagi diperbolehkan. Namun, air dalam kemasan galon masih diperbolehkan sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik.
Jumlah itu setara 78,90% dari target yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk keseluruhan pelapor SPT tahunan 2024 pada tahun ini sebanyak 16,21 juta wajib pajak.
“Sampai dengan 11 April 2025 pukul 00.01 WIB total SPT tahunan PPh tahun pajak 2024 yang sudah disampaikan adalah sebanyak 12,79 juta SPT,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwi Astuti, Jumat.
Total 12,79 juta pelaporan SPT itu terdiri dari 12,42 juta SPT tahunan orang pribadi dan 327 ribu SPT tahunan badan.
Masa pembebasan sanksi administratif pelaporan surat pemberitahuan (SPT) tahunan untuk wajib pajak orang pribadi (WP OP) memang berakhir hari ini, sesuai dengan Keputusan Dirjen Pajak Nomor 79 Tahun 2025.
Dalam Keputusan Dirjen Pajak itu, pemerintah memutuskan untuk menghapus sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran PPh Pasal 29 dan penyampaian SPT Tahunan WP OP tahun pajak 2024.
Kebijakan ini ditempuh lantaran jatuh tempo pelaporan SPT WP OP pada 31 Maret 2025 bertepatan dengan hari libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947) dan Idulfitri 1446 Hijriah.
“Karenanya, bagi WP OP yang terlambat melakukan pembayaran PPh Pasal 29 dan penyampaian SPT Tahunan setelah tanggal jatuh tempo yakni 31 Maret 2025 sampai dengan tanggal 11 April 2025, diberikan penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan tersebut,” kata Dwi.
Oleh sebab itu, Ditjen Pajak pun mengimbau masyarakat wajib pajak untuk segera memenuhi kewajibannya untuk melaporkan SPT tahunan pajak penghasilannya. Dwi mengatakan, pelaporan SPT Tahunan tepat waktu merupakan cerminan kepatuhan kita semua.
“Untuk itu mendekati batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2024 khususnya bagi orang pribadi, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat wajib pajak untuk segera melaporkan SPT Tahunannya melalui kanal djponline.pajak.go.id karena lapor lebih awal, lebih nyaman,” ucap Dwi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, pihaknya berupaya mengalihkan gas ekspor untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu, baik dari ekspor gas pipa maupun gas alam cair (Liquefied Natural Gas/ LNG).
Dia menyebut, pihaknya akan mengurangi alokasi ekspor gas pipa dari Sumatera ke Singapura agar bisa dimanfaatkan lebih banyak oleh domestik.
“Kita akan memaksimalkan ekspor gas pipa dari Natuna, dari Sumatera kita kurangi yang ke Singapura, untuk kebutuhan dalam negeri, pemenuhan Singapura kita maksimalkan dari Natuna,” jelasnya saat ditemui usai acara Launching OLNG FEED Masela di Jakarta, Rabu (09/04/2025).
Dia mengatakan, sekitar 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) ekspor gas ke Singapura akan dikurangi mulai Juni 2025 mendatang. Namun, pihaknya akan mencoba mengoptimalkan ekspor gas dari Natuna. Tapi, dia tidak menyebut berapa besar yang dialihkan dari Natuna ke Singapura.
“Untuk sementara targetnya 30 MMSCFD. 3 kargolah. (Target) Juni (2025),” bebernya.
Begitu juga dengan ekspor LNG. Dia mengatakan, ada sekitar 5 kargo LNG yang semula ditujukan untuk ekspor akan dialihkan untuk pasar domestik pada April-Mei 2025 ini. Adapun asal LNG tersebut dari berbagai kilang LNG di dalam negeri, antara lain Kilang LNG Tangguh di Papua Barat, Kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur, dan Kilang LNG Donggi-Senoro di Sulawesi Tengah.
“Untuk April-Mei alhamdulillah sudah bisa dipenuhi di dalam negeri. Ada dari (kilang LNG) Tangguh, ada dari Bontang, dan Donggi-Senoro. Sekitar 5 kargo,” ucapnya.
Dia menyebut, hal ini juga sudah disepakati PT PGN Tbk (PGAS) dan PT PLN (Persero) dan atas persetujuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
“Dari ekspor kita alihkan ke dalam negeri. Alhamdulillah PGN dan PLN, Bapak Menteri sudah tanda tangan juga. Memang harganya agak tinggi ya 17,4%, ICP slope-nya. Mau tidak mau, soalnya kita mengalihkan dari ekspor ke dalam negeri,” imbuhnya.
Dia menegaskan, saat ini pemerintah masih berupaya memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dari sumber lapangan migas di dalam negeri. Sementara opsi impor menurutnya belum diputuskan.
“Sampai dengan saat ini kita kan belum impor ya, kalau memang dibutuhkan nanti kita lihat sedang dievaluasi itu, sementara ini kita masih upayakan pemenuhan LNG itu dari dalam negeri,” tambahnya.
Berdasarkan bahan paparan Kementerian ESDM, pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik pada 2024 tercatat mencapai 3.881 billion British thermal unit per day (bbtud). Jumlah tersebut turun 4,76% apabila dibandingkan 2023 yang tercatat sebesar 4.075 bbtud.
Sementara itu, pemanfaatan gas bumi untuk ekspor tercatat mencapai 1.905 bbutd. Angka tersebut naik 6,19% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 1.794 bbtud.
“Nah 2024, domestik kita seperti ini sekarang. Jadi, antara ekspor dan domestik sekarang lebih banyak untuk domestik,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024, Senin (3/2/2025).
Meskipun serapan gas saat ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, Bahlil berencana untuk menyetop ekspor gas pipa ke Singapura dan mengalihkannya untuk kebutuhan dalam negeri. Hal tersebut menyusul proyeksi kebutuhan gas domestik yang akan mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini yang ke Singapura ini ya? Ini yang cenderung kita akan mengalihkan ke Batam ya? Ini ekspor ke Singapura,” kata Bahlil.
Berikut rincian serapan gas domestik pada 2024:
– 1.473 bbtud (40%) untuk kebutuhan industri,
– 707 bbtud (19%) untuk kelistrikan
– 695 bbtud (19%) untuk LNG domestik
– 690 bbtud (19%) untuk pupuk
– 77 bbtud (2%) untuk LPG domestik
– 15,48 bbtud untuk gas perkotaan (1%), dan 3,95 bbtud untuk bahan bakar gas.
Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim angkat bicara. Ia mengatakan, Permendag 8/2024 saat ini masih dalam proses peninjauan bersama berbagai kementerian dan lembaga (K/L).
“Sebenarnya Permendag 8/2024 itu kan posisinya sekarang seperti waktu hasil rapat kita bersama K/L. Sekarang posisinya memang sedang direview. Dan kita sepanjang ini sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan K/L dan pelaku usaha,” kata Isy Karim saat ditemui di Auditorium Kemendag, Rabu (9/4/2025).
Menanggapi ancaman pencabutan dari Presiden Prabowo, Isy menyebut proses peninjauan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut banyak kepentingan lintas sektor.
“Ya ini kan sepanjang yang saya sampaikan, kita perlu pembahasan. Perlu pembahasan antar K/L. Kemarin sudah bicara dengan Pak Sesmenko Perekonomian ya, untuk segera dilakukan review-nya seperti apa,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Permendag 8/2024 tidak berdiri sendiri. Aturan ini menyentuh banyak sektor hulu dan hilir, sehingga perlu sinergi dari kementerian lain seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kan itu bukan hanya Permendag. Itu kan K/L lain juga banyak, hulunya tuh ada Kementerian Pertanian, ada Kementerian Perindustrian, ada KKP. Jadi di Permendag 8/2024 itu kan bukan sekadar… Ada Pertek, dari KLHK juga ada. Jadi berbagai K/L, kepentingan-kepentingan sektoral itu yang harus dipertemukan kembali,” jelasnya.
Saat ditanya apakah pembahasan ihwal nasib revisi Permendag 8/2024 bisa ngebut agar sesuai dengan jadwal Prabowo usai lawatan ke Amerika Serikat (AS), Isy menyatakan proses perumusan kebijakan butuh tahapan panjang.
“Kalau penyusunan peraturan itu kan step-nya banyak ya. Mulai dari FGD… Ini kan hulu dan hilir. Kita ingin antara hulu dan hilir itu harus seimbang. Tidak hanya untuk kepentingan hulunya, tidak hanya untuk kepentingan hilir. Nah ini yang mempertemukan hulu-hilir kan memang tidak mudah. Jadi ini yang perlu waktu,” katanya.
Lantas, apakah Presiden Prabowo sudah memberi tenggat waktu? Menurut Isy, keputusan akhir tetap menunggu hasil pembahasan lintas K/L.
“Ya nantinya tergantung pertemuannya nanti, hasil pertemuan antar K/L ini seperti apa,” kata Isy.
Sementara soal kemungkinan laporan langsung ke presiden setelah Prabowo kembali, Isy menyebut hal itu akan dilakukan setelah pembahasan awal di level kementerian.
“Kalau lapor ke Presiden kan tentu… sebelum itu pasti akan ada pembicaraan antar K/L dulu ya, di bawah Menko. Supaya nanti ini seperti apa, baru dibawa ke Presiden,” pungkasnya.
Adapun nasib Permendag 8/2024 saat ini masih dalam perdebatan. Apakah bakal direvisi sesuai dengan rencana sebelumnya, atau justru dicabut seperti perintah Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta (8/4/2025) kemarin.
Sebelumnya, di hadapan Presiden Prabowo yang hadir langsung dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta pemerintah diminta segera merevisi atau mencabut aturan impor, Permendag No 8/2024.
“Ketika barang China tersendat karena kebijakan Trump, maka dia akan lari mencari pasar selain Amerika, termasuk ke Indonesia. Kai sudah mengusulkan revisi Permendag No 8/2024, dan sudah minta ke pak Zulhas (Mendag era Jokowi, Zulkifli Hasan). Tapi sampai sekarang aturan itu tidak dicabut-cabut, ada apa? Kalau dicabut segera bisa menurunkan tekanan akibat kebijakan Trump,”ucapnya.
Presiden Prabowo pun merespons positif usulan Said Iqbal itu.
“Terima kasih atas saran pak Iqbal, saya kira saran Anda sangat baik. Terima kasih sudah melobi AFL-CIO. Sekarang saya minta ya, Permendag No 8, masalahnya apa? Segera lapor ke saya habis ini. Kalau itu tidak menguntungkan kita secara bangsa, ya sudah cabut saja deh. Menseneg coba segera ya. (Saya akan tanda tangan) begitu saya kembali dari luar negeri,” kata Prabowo.
Hal ini tidak akan terjadi karena program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto sangat banyak, di tengah penerimaan negara yang harus menghadapi tantangan, akibat tekanan ekonomi di tingkat global.
“Jadi jangan khawatir, tidak jebol APBN nya,” kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Sri Mulyani mengatakan target defisit APBN 2025 akan tetap dijaga di kisaran 2,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau sesuai Rp 616,2 triliun. Menurutnya defisit itu akan terus terjaga dengan realisasi belanja negara sesuai target Rp 3.621,3 triliun dan pendapatan negara Rp 3.005,1 triliun.
Salah satu aspek kebijakan yang ia tekankan tak akan mengubah postur APBN 2025 adalah kehadiran Danantara Indonesia yang akan mengelola dividen BUMN dari yang selama ini masuk secara langsung ke kas negara, dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak atau PNBP.
“Jadi program bapak presiden ada di dalam ruang APBN yang sudah ada. Pembangunan desa, termasuk koperasi desa ada di APBN, lalu Danantara yang diestabilish termasuk penggunaan dividennya itu sudah kita perhitungkan,” tegasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang hubungan perdagangan bilateral, serta untuk menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional.
“Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan terkait Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat yang digelar secara virtual, dikutip Senin (7/4/2024).
Selain itu Pemerintah juga memperhatikan potensi dampak kebijakan tarif terhadap industri apparel dan alas kaki yang dinilai rentan terhadap fluktuasi pasar global, sehingga Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui berbagai insentif yang tepat sasaran untuk menjaga daya saing dan keberlangsungan usaha.
Pemerintah mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk asosiasi pelaku usaha untuk memastikan bahwa suara industri dalam negeri turut menjadi bagian dari proses perumusan strategi kebijakan.
Kajian dan perhitungan terus dilakukan secara mendalam terhadap implikasi fiskal dari berbagai langkah kebijakan yang tengah dipertimbangkan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian fiskal serta menjaga stabilitas APBN dalam jangka menengah dan panjang.
“Karena ini masih dinamis dan masih perlu working group untuk terus bekerja, Bapak Presiden minta kita bersurat sebelum tanggal 9 April 2025. Namun teknisnya, tim terus bekerja untuk melakukan dalam payung deregulasi sehingga ini merespons dan menindaklanjuti daripada Sidang Kabinet yang lalu di bulan Maret,” jelasnya.
Tidak hanya merespons kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Pemerintah juga menyiapkan langkah strategis menyambut pembukaan pasar Eropa yang juga penting karena merupakan pasar terbesar kedua setelah China dan Amerika Serikat.
“Ini juga bisa kita dorong, sehingga kita punya alternatif market yang lebih besar,” pungkasnya.
Penyebab ternyata disebabkan oleh warga yang berbondong-bondong membeli emas batangan Antam. Produsen emas pelat merah ini memang tengah mengadakan pameran logam mulia di PIM 1. Pameran ini akan berakhir hari ini, 6 April 2025.
Gerai Logam Mulia Antam diserbu pemburu emas yang harganya sempat tembus all time high mencapai Rp 1.836.000 per gram, meski saat ini sudah mulai turun menjadi Rp 1.781.000 per gram.
Dari pantauan CNBC Indonesia, pukul 10.30 WIB, antrean di gerai terlihat mengular sekitar 200 meter panjangnya, dengan kondisi antrean yang dibuat berliku-liku. Namun tidak berhenti di situ, manajemen mall bersama Antam membagi dua antrean untuk pembelian emas.
Antrean kedua sekaligus tempat untuk mengambil nomor antrean terlihat lebih panjang lagi. Bahkan sudah banyak para pembeli yang sudah berduduk santai di lantai untuk menunggu antrean yang sudah mencapai nomor 269 itu.
“Anteran pukul 10.30 sudah sampai 269, nanti dipanggil per 30 orang untuk mengantre lebih lanjut di depan (gerai),” kata salah satu satpam yang berjaga.
Menurut satpam dan petugas yang berjaga, antrean pembelian emas Antam ini sudah terjadi sejak menjelang lebaran, hingga setelah lebaran. Puncaknya pembelian sempat terjadi pada tanggal 2 April 2025 lalu setelah lebaran.
“Kemarin antrean seharian sampai ditutup sekitar 150an, hari ini lebih ramai mungkin karena hari terakhir di PIM,” sebutnya.
Seperti diketahui, Antam menggelar pameran emas dengan membuka gerai khusus di 3 mall di kawasan Jakarta dan Bogor. Di Pondok Indah telah digelar sejam 10 Maret – 6 April 2025, Cibinong City Mall pada 24 Maret – 13 April 2025, dan Mall Taman Anggrek pada 24 Maret – 6 April 2025.
Sedangkan Butik Emas LM milik Antam tutup sementara pada 28 Maret – 7 April 2025 pada masa libur Nyepi dan Idulfitri 2025 ini. Gerai kembali dibuka pada 8 April 2025 besok.
Sehari setelah pengumuman itu, pada Kamis (3/4/2025), S&P 500 anjlok 4,8%, lebih besar daripada pasar utama di Asia dan Eropa, menandai hari terburuk sejak pandemi Covid-19 pada 2020 silam.
Dow Jones Industrial Average juga jeblok 4%, sementara indeks komposit Nasdaq Composite anjlok 6%.
Tak berhenti di situ, pada Jumat (4/4/2025), wall street melanjutkan penurunan. Nasdaq jebol sampai 5,8%, Dow Jones 5,5%, sementara S&P lebih parah jatuh sampai 5,97%.
Penurunan dalam sehari tersebut menjadi salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir.
Aksi jual besar-besaran terjadi di indeks S&P di mana hanya ada 14 saham anggota S&P 500 yang menguat kemarin. Indeks-indeks utama ditutup pada posisi terendahnya.
Hitungan Reuters menunjukkan indeks S&P mencatat kerugian sebesar US$5 triliun atau sekitar Rp 82.775 triliun (US$1= Rp 16.555) akibat menguapnya kapitalisasi pasar atau market cap. Jumlah tersebut menjadi rekor penurunan dua hari terbesar sepanjang sejarah untuk indeks acuan S&P 500, melampaui kerugian dua hari sebesar US$3,3 triliun pada Maret 2020 saat pandemi melanda pasar global.
Secara keseluruhan, S&P 500 turun 9% dalam sepekan terakhir, yang membuat pekan ini menjadi minggu terburuk sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020.
Ketidakpastian akan tarif Trump membuat pelaku pasar khawatir akan dampak yang semakin luas, apalagi kebijakan kali ini mencatat sejarah sebagai tindakan paling agresif yang pernah diambil negeri Paman Sam tersebut.
Analis bahkan melihat sudah tidak ada gairah investor untuk melihat saham menguat.
“Pasar bull sudah mati, dan itu dihancurkan oleh para ideologi dan luka yang dibuat sendiri,” kata Emily Bowersock Hill, CEO dan mitra pendiri di Bowersock Capital Partners kepada CNBC International.
Sebagai catatan, bullish market (atau pasar bull) adalah istilah dalam dunia keuangan yang menggambarkan kondisi pasar yang sedang naik – yaitu ketika harga-harga saham (atau aset lainnya seperti kripto, properti, dll.) cenderung naik secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu.
“Meskipun pasar mungkin mendekati titik terendah dalam jangka pendek, kami khawatir tentang dampak perang dagang global terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.” Imbuhnya.
Adapun, Trump menyebut hari pengumuman tarif resiprokal atau tarif timbal balik sebagai ‘Liberation Day’ atau ‘Hari Pembebasan’.
Trump menetapkan tarif “tarif timbal balik” kepada lebih dari 180 negara dan wilayah berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh.
Analis umumnya bersikap pesimistis terhadap pengumuman tersebut, dengan beberapa bahkan memprediksi peningkatan risiko resesi bagi AS.
Melansir laman polymarket, peluang AS jatuh ke dalam zona resesi kini mencapai 56%. Hanya dalam dua bulan terakhir, persentase risiko resesi AS naik signifikan dari level 20%-nan.
Tai Hui, Kepala Strategi Pasar APAC, J.P. Morgan Asset Management menilai pengumuman tarif berpotensi menaikkan tarif rata-rata AS ke level yang tidak pernah terlihat sejak awal abad ke-20.
Jika tarif ini terus berlanjut, hal itu dapat berdampak besar pada inflasi, karena manufaktur AS berjuang untuk meningkatkan kapasitas dan rantai pasokan membebankan biaya kepada konsumen. Misalnya, produsen semikonduktor canggih di Taiwan mungkin tidak dapat menyerap biaya tarif tanpa pengganti yang layak.
Terpisah, David Rosenberg presiden dan pendiri Rosenberg Research menilai tidak ada pemenang dalam perang dagang global. Semua akan menjadi tanggung jawab produsen asing.
Ia menilai penetapan tarif akan mengakibatkan AS mengalami guncangan harga yang sangat signifikan selama beberapa bulan bagi sektor rumah tangga Amerika.
Tom Kenny, ekonom internasional senior ANZ mengatakan tarif timbal balik AS yang diumumkan hari ini lebih buruk dari ekspektasi. Tarif efektif pada impor barang dagangan AS kemungkinan akan naik ke kisaran 20-25%, tertinggi sejak awal tahun 1900-an.
Wall Street yang kini tumbang patut diwaspadai karena potensi menular ke bursa saham di berbagai negara, termasuk Indonesia, meskipun saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih libur.
Dengan volume perdagangan yang besar dan inovasi terus-menerus di sektor keuangan, Wall Street tetap menjadi barometer utama ekonomi dunia dan pusat aktivitas keuangan yang memengaruhi miliaran orang di berbagai belahan dunia.
Berikut secara rinci, kenapa Wall Street menjadi benchmark bagi pasar keuangan dunia :
1. Pionir Saham Mega Cap Dunia
Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Wall Street menjadi pionir dalam inovasi keuangan seperti perdagangan elektronik, derivatif, dan manajemen risiko.
Perusahaan teknologi terkemuka seperti Apple, Microsoft, dan Google memilih Nasdaq sebagai tempat pencatatan saham mereka, memperkuat posisi Wall Street sebagai pusat inovasi.
Saat ini juga ada sebutan untuk seven magnificent (7-mag), deretan perusahaan teknologi raksasa dunia yang listing di Wall Street.
Saham-saham yang ada di kategori itu nilai satuan-nya bahkan melebihi kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini.
2. Indices Must Confirm Each Other
Salah satu dari Dow Theory mengatakan “Indices Must Confirm Each Other” yang artinya setiap indeks akan saling mengkonfirmasi satu sama lain.
Misal tiga indeks acuan Wall Street bergerak hijau, biasanya ini akan punya dampak ke indeks saham di bursa Asia, termasuk Indonesia juga tertular hijau.
Sebaliknya, jika Wall Street merah, maka indeks bursa saham di berbagai negara juga bisa ikut merah, walaupun tidak selalu.
Oleh karena itu, pergerakan dalam indeks-indeks ini sering menjadi referensi bagi investor dan analis dalam menentukan strategi investasi mereka.
3. Likuiditas dan Volume Perdagangan Tinggi
Bursa saham Wall Street memiliki likuiditas yang sangat tinggi, memungkinkan investor untuk membeli dan menjual aset dengan mudah.
Volume perdagangan yang besar menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap pasar AS, menjadikan Wall Street sebagai tempat ideal untuk aktivitas investasi berskala besar.
Wall Street kini tak hanya menampung saham-saham yang berbasis dari AS saja, bahkan emiten dari berbagai negara turut mendaftarkan saham mereka untuk bisa listing di sana karena likuiditas dan volume tinggi memungkinkan perusahaan meraup dana segar lebih optimal.
4. Efek Dolar AS
Sebagai mata uang cadangan dunia, dolar AS memiliki pengaruh besar dalam transaksi internasional. Pergerakan pasar di Wall Street sering kali mencerminkan kekuatan dolar, yang mempengaruhi ekonomi global.
Banyak bank sentral di seluruh dunia juga menyimpan cadangan devisa mereka dalam bentuk dolar AS. Selain itu, dolar digunakan dalam sekitar 88% transaksi valuta asing global, menjadikannya mata uang yang sangat penting dalam sistem keuangan internasional.
Dolar AS sering digunakan sebagai mata uang pengganti dalam perdagangan global. Misalnya, harga komoditas seperti minyak, emas, dan gandum biasanya dikutip dalam dolar. Hal ini membuat banyak negara memerlukan dolar untuk melakukan impor, sehingga meningkatkan permintaan global terhadap mata uang ini.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggebrak perdagangan global dengan kebijakan tarif resiprokal. Per 9 April 2025, AS menerapkan tarif dasar 10% untuk semua negara eksportir dan tambahan bea masuk terhadap 60 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan tinggi dengan AS, termasuk Indonesia yang terkena tarif 32%.
Bila melihat data The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Trade Analysis Information System (TRAINS), ada banyak barang Indonesia yang menikmati tarif rendah. Sebanyak 3.834 produk RI bahkan menikmati tarif 0% ke AS.
Produk-produk ini tersebar dalam beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan kode HS 2 digit. Nasib mereka kini terancam karena tarif 0% kemungkinan akan dihapus dan diganti tarif baru. Artinya ribuan barang tersebut akan menjadi lebih mahal di Amerika sehingga daya saingnya akan tergerus.
Berikut beberapa sektor utama yang tetap bebas tarif:
1. HS 84 – Mesin dan Peralatan Mekanik
841221 – Mesin tenaga hidrolik dan motor, aksi linier (silinder)
842121 – Mesin penyaring atau pemurni air
840999 – Suku cadang mesin pembakaran dalam piston
2. HS 29 – Bahan Kimia Organik
290379 – Senyawa kimia organik lainnya
290432 – Amonium perfluorooctane sulphonate
3. HS 85 – Peralatan Listrik
850134 – Motor listrik dan generator DC, output lebih dari 375 kW
850211 – Generator listrik dengan mesin diesel, output ≤ 75 kVA
4. HS 03 – Ikan dan Produk Perikanan
030235 – Tuna sirip biru Atlantik dan Pasifik
030366 – Ikan hake (Merluccius spp.)
030245 – Ikan jack dan horse mackerel
5. HS 72 – Besi dan Baja
720918 – Baja tipis dengan ketebalan < 0,5 mm
720441 – Limbah dan skrap besi
6. HS 90 – Instrumen Optik dan Medis
901420 – Instrumen navigasi aeronautika dan luar angkasa
902150 – Pacemaker untuk stimulasi jantung
7. HS 52 – Kapas dan Produk Tekstil
520210 – Limbah benang kapas
521151 – Kain tenun kapas < 85%, dicetak dan tenun polos
8. HS 73 – Produk Besi dan Baja
730890 – Struktur besi atau baja dan komponennya
730792 – Sambungan pipa besi atau baja berulir
Pengenaan tarif resiprokal 32% terhadap Indonesia berisiko menekan daya saing ekspor RI di pasar AS. Pada 2024, ekspor Indonesia ke AS mencapai US$ 26,4 miliar atau 9,96% dari total ekspor. Sektor manufaktur, tekstil, elektronik, dan pertanian yang menjadi tulang punggung ekspor kini menghadapi hambatan signifikan.
Fluktuasi pasar keuangan juga meningkat akibat kebijakan ini. Ketidakpastian global berpotensi menekan nilai tukar rupiah, mengurangi likuiditas dolar di dalam negeri, serta memicu arus modal keluar.
Untuk mengurangi dampak kebijakan AS, Indonesia perlu menggenjot ekspor ke pasar non-tradisional seperti negara-negara BRICS dan Asia Selatan. Pemerintah juga harus mempercepat negosiasi perdagangan bebas dengan mitra strategis untuk menjaga daya saing produk RI di tengah gelombang proteksionisme global.
Dengan tarif baru ini, eksportir Indonesia harus segera beradaptasi, mencari celah dalam daftar produk bebas tarif, dan merancang strategi diversifikasi pasar untuk tetap bertahan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Bila melihat data The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Trade Analysis Information System (TRAINS), rata-rata tarif bea masuk atau impor yang diberlakukan Indonesia terhadap barang-barang AS sebesar 7,75%.
Tarif tersebut lebih tinggi dibandingkan tarif AS kepada produk Indonesia yang hanya 2,19%.
Produk asal di Indonesia yang diimpor ke AS dan dikenakan tarif tertinggi adalah produk tembakau yakni 91%.
Bila melihat tujuh besar kelompok barang yang dikenakan ke produk Indonesia maka terlihat AS ingin melindungi produsen dalam negeri,
Pasalnya, tarif tinggi dikenakan untuk produk yang memang diproduksi banyak di AS dan menjadi andalan pendapatan warga AS, seperti produk susu dan kendaraan.
Nilai ekspor Indonesia ke AS melonjak hampir 48% dalam lima tahun terakhir dari US$ 17,84 miliar pada 2019 menjadi US$ 26,31 miliar pada 2024.
Bagi Indonesia, AS adalah surga ekspor untuk produk tekstil dan rajutan. Selama puluhan tahun, AS menjadi pasar utama produk jersey, rajutan, hingga Sepatu,
Nilai ekspor minyak sawit juga melonjak dalam lima tahun terakhir. Produk lain yang diekspor dalam jumlah besar adalah udang dan ikan serta peralatan elektrik.
Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS.
Sebagai bagian dari negosiasi, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.
Negoisasi ini diharapkan bisa memberikan sejumlah keringanan, termasuk perpanjangan tarif 0% bagi 3.800an barang Indonesia.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) mengumumkan penerapan tarif resiprokal terhadap sejumlah negara. Dalam pengumuman itu, Indonesia diketahui masuk dalam daftar, dengan tarif resiprokal tambahan yang dikenakan hingga 32%.
Secara terperinci, Trump menyebut tarif untuk Indonesia diterapkan dari asumsi bahwa Jakarta telah menerapkan tarif sebesar 64% bagi barang asal AS. Asumsi ini diklaim memasukan faktor seperti hambatan perdagangan dan juga manipulasi mata uang.
Nyatanya, tarif resiprokal ini juga berlaku bagi sejumlah negara tetangga Indonesia. Setidaknya ada beberapa negara jiran yang dikenai tarif cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari RI. Berikut daftarnya:
Vietnam : 46%
Thailand : 36%
Malaysia : 24%
Singapura : 10%
Filipina : 17%
Negara Lain Juga Menderita
Secara umum, AS akan memberlakukan tarif bea impor dengan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain. Tarif impor ke China akan diberlakukan 34%, 20% untuk Uni Eropa, 25% untuk Korea Selatan, 24% untuk Jepang, dan 32% untuk Taiwan.
Selain itu, pemerintahan Trump juga memberlakukan tarif timbal balik khusus negara terhadap negara-negara yang dituduh melakukan praktik perdagangan tidak adil. Di antaranya termasuk India, Vietnam, dan Uni Eropa. Tarif ini disesuaikan sekitar setengah dari tarif yang negara-negara tersebut kenakan terhadap barang AS.
Sebagai contoh, impor dari China kini akan dikenakan tarif berlapis sebesar tarif eksisting 20% dan 34%, sehingga total tarifnya mencapai 54%.